Kondisi nelayan Toboali sangatlah dilema karena untuk mencari ikan pun mereka harus mengarungi lautan selama kurang lebih 4 jam perjalanan hal itu disebabkan pertambangan timah di perairan lautan toboali dan sekitarnya yang menyebabkan tingkat kekeruhan air laut pun meningkat ditambahlah lagi kondisi air laut yang tercemar oleh minyak solar dan limbah pertambangan yang secara drastis hasil tangkapan ikan para nelayan menurun, permasalahan pertambangan di bangka selatan khususnya pertambangan apung di lautan toboali sudah sejak lama tidak ada titik temu, permasalahan pun terus bermunculan yang dikarnakan mulai dari RTRW(Rencana Tata Ruang Wilayah) Bangka Belitung Khususnya Kab.Bangka Selatan yang masih belum jelas, mana daerah yang boleh menambang dan mana daerah yang dilarang untuk menambang, kalaupun pertambangan apung di bangka selatan harus di legalkan harus ada keseimbangan ekosistem laut dan boleh menambang tapi dengan masa 10 tahun kedepan selebih itu STOP pertambangan apung dan pasca pertambangan pun harus di pikirkan secara matang agar kehidupan sosial pun bisa saling berdampingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar